SURYACO.ID - Kronologi pembunuhan Astrid, siswi SMA yang ditemukan tinggal tengkorak setelah dua bulan menghilang akhirnya terkuak.. Astrid, siswi SMA warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dibunuh Yo, sopir angkot langganan dan jasadnya dibuang di bawah Jembatan Air Merah Desa Air Merah, Kecamatan Curup. Detik-detik pembunuhan sadis itu terungkap setelah Yo ditangkap.

Jakarta - Misteri tengkorak kepala manusia yang ditemukan di Bengkulu terkuak. Tengkorak itu teridentifikasi milik siswi SMA berinisial AA 15 yang hilang sejak November kepala manusia dan potongan tubuh AA ditemukan warga dan personel TNI/Polri di sekitar Sungai Air Merah, Rejang Lebong, Bengkulu pada Rabu 22 Januari 2020."Alhamdulillah, tadi petugas kami dibantu stakeholder anggota TNI, Brimob, dan warga berhasil menemukan tengkorak kepala korban pembunuhan atas nama AA sekitar pukul WIB," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, seperti dilansir dari Antara, Rabu 22/1/2020.Polisi mengidentifikasi tengkorak kepala manusia itu adalah AA merupakan siswi kelas X SMA 2 Rejang Lebong, Bengkulu. AA dilaporkan hilang oleh awal Januari 2020, polisi menetapkan Yongki sebagai tersangka. Berikut fakta mengerikan pembunuhan siswi SMA di Bengkulu Simak Juga Video "Di Balik Siswi SMP yang Dikeluarkan Gegara Ucapan Selamat Ultah"[GambasVideo 20detik]
Bengkulu Sidang Perdana kasus Pembunuhan Auzia Umi Detra Siswi SMAN 4 Bengkulu digelar di Pengadilan Negri Bengkulu, Senin (23/4) di Ruang Sidang Cakra pada Pukul 09:00 WIB.. Agenda sidang perdana adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkulu J Hutagaol. serta Sidang Perdana ini di Pimpin Langsung Hakim Ketua Diris Sinambela, Hakim
Yo, pelaku mutilasi Astrid Aprilia di Bengkulu. Foto Dok. IstimewaPolres Rejang Lebong, Bengkulu, menangkap pria berinisial YO yang memutilasi siswi SMA, Astrid Aprilia. Astrid sebelumnya dinyatakan hilang sejak 8 November 2019, hingga akhirnya ditemukan tewas tanpa kepala pada Selasa 21/1 lalu. Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengatakan, YO dijerat tindak pidana penculikan dan pembunuhan anak. Tersangka dijerat Pasal 76C jo Pasal 76F juncto Pasal 80 ayat 1, 2, dan 3 juncto Pasal 83 UU Perlindungan Anak. “Ancaman penjara seumur hidup,” kata Sudarno kepada kumparan, Kamis 23/1.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Andi Kadesma mengatakan, pelaku dan korban telah saling kenal. Bahkan, pelaku kerap mengantarkan korban saat masih duduk di bangku SMP. “Biasa antar korban sejak SMP ke sekolah,” kata Andi kepada kumparan, Rabu 22/1.Andi menuturkan, keduanya tidak memiliki hubungan spesial atau bagian dari anggota keluarga. Meski begitu, polisi masih memintai keterangan pelaku soal motif pelaku mutilasi Astrid Aprilia di Bengkulu. Foto Dok. IstimewaMenurut Andi, keluarga korban tak menaruh rasa curiga pada pelaku. Bahkan, saat pelaku menghubungi keluarga korban meminta tebusan Rp 100 juta. Keluarga korban justru menganggap Astrid hilang diculik oleh pelaku lain. “Tidak ada hubungan keluarga atau asmara,” ucap Andi.“YO ini sempat kirim SMS ke ayah Aprilia dan minta uang Rp 100 juta. Nomor yang digunakan milik Aprilia. Namun karena tidak ada respons dari ayah Aprilia,” tambah Andi.
Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) menemukan bukti adanya unsur pemaksaan siswi untuk berhijab di SMAN 1 Banguntapan.Temuan itu berdasarkan video CCTV yang ada sekolah. Menanggapi hal ini, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan komentarnya. Setiap sekolah dilarang menafsirkan aturan pemerintah seenaknya, termasuk mengenai seragam.
detikNewsKamis, 23 Jan 2020 1052 WIB Ini Cara Polisi Tangkap Pembunuh Sadis Siswi SMA di Bengkulu Siswi SMA di Bengkulu yang dibunuh sopir angkot dinyatakan hilang sejak November 2019. Begini cara polisi mengungkap dan menangkap pelaku. detikNewsKamis, 23 Jan 2020 1023 WIB Polisi Siswi SMA di Bengkulu Dibunuh Sopir Angkot Langganan Polres Rejang Lebong menyebut terduga pembunuh AA 15, pelajar kelas X SMAN 2 Rejang Lebong adalah sopir angkot langganan korban. detikNewsKamis, 23 Jan 2020 0755 WIB Kasus Pembunuhan Siswi SMA di Bengkulu, Polisi Dalami Dugaan Pencabulan "Karena pada saat kami geledah juga ditemukan beberapa celana dalam wanita. Artinya kami lihat juga dari psikiater, apakah ada gangguan seksualnya," kata Jeki. detikNewsRabu, 07 Feb 2018 2224 WIB Siswi di Bengkulu Dikabarkan Dimutilasi, Ini Hasil Penelusuran Polisi Sempat beredar kabar siswi SMA di Bengkulu tewas karena dimutilasi. Begini hasil penelusuran kepolisian. detikNewsRabu, 07 Feb 2018 2141 WIB Hilang Sepekan, Siswi SMA di Bengkulu Ditemukan Tewas Membusuk Korban ditemukan tewas di hutan bakau. Kondisinya membusuk dan sudah dimakan binatang. Apa penyebab tewasnya korban?
ANTARALaily Rahmawaty. Inspektur Jenderal polisi Ferdy Sambo diperiksa Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, di Jakarta, Kamis, sebagai saksi kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kasus pembunuhan Brigadir Yosua ditangani Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri yang dipimpin Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian
Bengkulu ANTARA News - Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengimbau masyarakat agar tidak percaya atau terpancing berita hoax yang tersebar pascapembunuhan siswi SMAN 4 Kota Bengkulu."Tidak perlu menerima berita hoax sehingga situasi menjadi tidak bagus, pelakunya sudah tertangkap, sedang dalam proses, serahkan pada kepolisian. Begitu juga untuk kasus perempuan hilang tidak lama setelah kejadian ini, dan yang ini sudah ditemukan selamat," kata Kapolda Coki di Bengkulu, Kamis. Auzia Umi Detra, pelajar kelas 2 SMA Negeri 4 Kota Bengkulu dilaporkan keluarganya hilang pada Kamis, 1 Februari 2018. Kepolisian Dearah Bengkulu langsung mengusut kasus tersebut, dan mencurigai beberapa, termasuk salah satunya, mantan pacar korban, MS 17, tersangka merupakan pelajar di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu. Dari hasil penyidikan dan pengakuan MS, akhirnya jenazah Auzia dapat ditemukan di salah satu kawasan pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Pelaku mengaku membunuh karena faktor ekonomi. Saat ini, di media sosial banyak informasi yang dibagikan tentang motif, perlakuan apa saja yang diterima korban Auzia saat kejadian atau suasana pasca ditemukannya korban. "Ini sekarang versi motif pembunuhan banyak nih, ini lah, itu lah, nanti dari hasil autopsi baru kita bisa melihat latar belakangnya. Jadi mohon bersabar, jangan percaya hoax," ujar kapolda. Jika mempercayai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan apalagi hanya menerka-nerka apa yang terjadi pada korban hanya dengan melihat foto dan kondisi jenazah, hal ini bisa saja membuat keresahan ditengah masyarakat utamanya keluarga dan orang dekat korban. "Jangan dikaitkan dengan sekolah, ini masalah pribadi, kepada keluarga dan teman korban sudah kita sampaikan agar mempercayakannya kepada kepolisian, tidak melakukan tindakan-tindakan lain," ujarnya. Pewarta Boyke ledy watraEditor Suryanto COPYRIGHT © ANTARA 2018
SiswiSMA di Bengkulu yang dibunuh sopir angkot dinyatakan hilang sejak November 2019. Begini cara polisi mengungkap dan menangkap pelaku. KOTA BENGKULU – Polisi menggelar 47 adegan rekonstruksi pembunuhan sadis Siswi SMA 4 Kota Bengkulu Auzia Umi Zetra yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Lentera Pelabuhan Pulai Baai, pada Rabu 7/2/2018 dilakukan di 9 Tempat Kejadian Perkara, yakni warung sebelah warnet dekat lampu merah Lingkar Barat, tempat tersangka membeli lakban pada 01/02/2018 sekira pukul WIB, dengan berjalan kaki dari SMA Negeri dirumah Saudara Rafindo dimana pada adegan ke- 6 tersangka dijemput korban Auzia Umi Serta pada pukul Wib, selanjutnya pada pukul Wib di jembatan sebelum masuk Pulau Bai, tersangka mengehentikan sepeda motornya dengan menutup mata korban dengan adegan ke-10 tersangka membawa masuk korban kedalam semak/belukar dengan posisi korban dituntun dengan ditutup matanya, kemudian pada adegan ke-19 tersangka memukulkan palu yang sudah dibawanya lalu langsung memukul kepala bagian kanan dengan menggunakan kedua dari adegan 21, korban sempat berteriak meminta tolong setelah dipukul, dan pada adegan 26, tersangka kembali memukul korban dengan menggunakan paku sebanyak 3 itulah, terlihat pada adegan 33,34,36 korban sempat bereaksi mengerakkan kedua kakinya, melihat korban masih bergerak saat itulah tersangka kemudian mengambil gunting dan langsung menusukkan keleher bagian kanan korban dengan menggunakan kedua tangan, saat itulah diduga korban menghembuskan nafas terakhirnya terlihat dari adegan 36 korban bereaksi seperti sakratul maut, tangan menangkat-angkat gemetaran. Sementaradalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah, ada pilihan seragam bagi siswi baik dengan atribut jilbab maupun tidak. Menurut Budhi, memang tidak ada kata-kata diwajibkan. Namun didalam panduan seragam SMA Negeri 1 Banguntapan tersebut tidak diberikan
TANGERANG SELATAN, - Oknum guru berinisial GM dilaporkan oleh siswi sekolah menengah atas SMA berinisial RW 19 ke Mapolres Tangerang Selatan pada Rabu 7/6/2023. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP TBL/B/1115/VI/2023/SPKT/Polres Tangsel/Polda Metro dilaporkan karena diduga menyuruh RW untuk mengaborsi kandungannya. Padahal, GM sendiri lah yang diduga menghamili RW setelah mereka berhubungan badan pada November 2022. Baca juga Traumanya Siswi SMA yang Dihamili Guru Olahraga di Tangsel, Sering Menangis Saat Malam Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Galih Dwi Nuryanto mengatakan, pihaknya bakal mendalami unsur dugaan aborsi itu sesuai prosedur yang berlaku."Kasus tersebut akan diselidiki atau akan ditangani sesuai presedur," kata Galih saat pesan singkat, Jumat 9/6/2023. Saat ini, status perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan, yang sedang ditangani penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Satreskrim Polres Tangerang Selatan. Awal mula mereka berkenalan Paman RW berinisial S mengungkapkan, ponakannya bertemu dengan GM setelah mereka berkenalan saat mengikuti program renang dari sekolah. Adapun GM merupakan rekan seorang guru olahraga di sekolah RW. "Ada program sekolah berenang bersama guru olahraganya, terus datanglah lelaki itu, teman si guru olahraga itu," ucap S saat ditemui di kediamannya, Jumat 9/6/2023. Baca juga Siswi SMA di Tangsel Bertemu Guru Olahraga yang Menghamilinya di Program Renang Sekolah
SiswiSMA di Bengkulu yang dibunuh sopir angkot dinyatakan hilang sejak November 2019. Begini cara polisi mengungkap dan menangkap pelaku. Kasus Pembunuhan Siswi SMA di Bengkulu, Polisi Dalami Dugaan Pencabulan "Karena pada saat kami geledah juga ditemukan beberapa celana dalam wanita. Artinya kami lihat juga dari psikiater, apakah ada Jakarta - Yongki, tersangka pelaku pembunuhan siswi SMA 2 Rejang Lebong, Bengkulu, berinisial AA 15, sempat menyekap korban di rumahnya. Yongki menyekap AA dengan harapan mendapat uang tebusan dari keluarga korban, namun tak digubris."Sempat disekap beberapa hari, barulah dia lakukan penculikan itu minta tebusan, tidak dipenuhi, barulah dibunuh. Usia pelaku sekitar 30 tahun-an," jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika, kepada detikcom, Rabu 22/1/2020.Jeki menuturkan Yongki tinggal sendiri di rumahnya. Namun Yongki sudah menikah. "Dia Yongki tinggal sendiri, tapi dia sudah berkeluarga. Pelat nomor motor korban sempat ditukar dengan pelat nomor motor mertuanya," kata menerangkan, semula Yongki mengelak disebut dalang di balik hilangnya AA. Hubungan Yongki dan AA adalah sopir dan penumpang angkutan umum angkot."Sejak SMP, korban sudah pakai angkot dia Yongki sampai SMA. Korban memang sudah saling kenal dengan korban," ujar Jeki. KapoldaBengkulu minta warganet serahkan kasus pembunuhan siswi SMAN 4 kepada polisi. Auzia Umi Detra, pelajar kelas 2 SMA Negeri 4 Kota Bengkulu dilaporkan keluarganya hilang pada Kamis, 1 Februari 2018. Kepolisian Dearah Bengkulu langsung mengusut kasus tersebut, dan mencurigai beberapa, termasuk salah satunya, mantan pacar korban, MS (17
Jakarta - Polisi mendalami dugaan kejahatan lain yang dilakukan Yongki dalam kasus pembunuhan siswi kelas X SMA 2 Rejang Lebong, Bengkulu, berinisial AA 15. Pendalaman ini termasuk kemungkinan Yongki melakukan pencabulan terhadap korban."Motifnya murni curas, menguasai harta benda korban. Kalau pencabulan masih kami dalami," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika saat dihubungi, Kamis 23/1/2020.Bukan tanpa alasan polisi mendalami dugaan pencabulan terhadap AA yang disebut tewas dimutilasi. Polisi menemukan sejumlah celana dalam wanita saat menggeledah rumah Yongki. "Karena pada saat kami geledah juga ditemukan beberapa celana dalam wanita. Artinya kami lihat juga dari psikiater, apakah dia ada gangguan seksualnya, kami harus minta keterangan ahli. Tapi intinya motifnya ingin menguasai motor korban," jelas AKBP kasus pembunuhan terhadap AA berawal dari laporan penculikan karena pihak keluarga sempat diminta tebusan Rp 100 juta. AA hilang November 2019 dan keluarganya melapor pada Desember siang kemarin, aparat gabungan TNI-Polri bersama warga menemukan tengkorak kepala di Sungai Air Merah yang diduga AA. Jeki menegaskan tak ada kejahatan yang sempurna dan pasti bakal terungkap."Tidak ada kejahatan yang sempurna, akun media sosial korban masih aktif, kami langsung lacak medsosnya, masuklah ke si pelaku. Sesuai dengan hasil penggeledahan di angkot, ada HP korban. Sejak SMP korban sudah pakai angkot dia sampai SMA. Memang sudah saling kenal dengan korban," jelas Jeki."Korban motornya mogok menurut pelaku, pelaku menawarkan bantuan, habis itu pada intinya dibawalah ke rumah pelaku, sempat disekap beberapa hari, barulah dia lakukan penculikan itu, minta tebusan, tidak dipenuhi, barulah dibunuh. Usia pelaku sekitar 30-an. Dia tinggal sendiri, tapi dia sudah berkeluarga, pelat nomor motor korban sempat ditukar dengan pelat nomor motor mertuanya," ucap Jeki. gbr/aan
516U.
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/310
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/183
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/415
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/284
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/421
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/368
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/498
  • s2sj0wg8e5.pages.dev/62
  • pembunuhan siswi sman 4 bengkulu